Wednesday, July 2, 2014

Agen Bertambah, Menggala Kekurangan Gas LPG 3 Kg

TULANGBAWANG (HL) Menjelang bulan suci Ramadhan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, kekurangan pasokan gas elpiji tiga kilogram karena bertambahnya jumlah agen penyalur.
Seorang agen gas elpiji yang namanya tidak mau dikorankan membenarkan terjadinya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram, yang terjadi di Kecamatan Menggala. "Kelangkaan tersebut akibat, pasokan gas elpiji yang mestinya enam mobil truk dalam satu bulan, yang diberikan oleh PT Aristo  Mitra Utama untuk rayon Tulangbawang, kepada setiap agen, karena setiap satu kali ganter dengan mengunakan mobil truk, agen akan mendapatkan 560 tabung gas yang berukuran tiga kilogram, sedangkan sebelumnya, pasokan gas elpiji tiga kilogram tersebut, dapat mencukupi kebutuhan konsumen, semenjak dikurangi dalam dua bulan ini, dari enam kali ganter menjadi empat kali dalam satu bulan, mengalami kekurangan," ungkapnya.
Terpisah, seorang karyawan PT Aristo  Mitra Utama Rayon Tulangbawang YS mengatakan, kekurangan pasokan gas elpiji yang terjadi di Kecamatan Menggala, akibat bertambahnya agen penyalur.
"Karena setiap agen yang bertambah, akan diberikan dari jatah agen yang ada, dengan cara, setiap agen, dikurangi dua mobil truk dalam setiap bulan, untuk diberikan kepada agen yang baru,” terangnya.
Ditambahkan YS, penambahan agen tersebut, tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh PT Aristo  Mitra Utama, karena ada salah satu agen yang ada di Kecamatan Banjar Agung, tidak memiliki  Surat Izin Usaha, yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, hanya memiliki izin lingkungan setempat.
"Dalam hal ini, perbuatan yang dilakukan oleh agen tersebut, tidak dilakukanya sendiri, ada campur tangan dari pihak kedua, yang juga turut andil dalam menyalurkan tabung gas tiga kilogram,” ungkapnya. (Hai/But)

Pemkab – Pers Sepakat Bangun Pesawaran

PESAWARAN (HL) Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran menggelar seresehan bersama para Insan Pers cetak maupun elektronik di Gedung Serba Guna (GSG) pemkab setempat, Selasa pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga itu sepakat untuk mebangun Kabupaten Pesawaran.
Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Aries Sandi Dharma Putra, mengatakan bila acara tersebut  diadakan untuk menjalin sinergitas antara pemerintah dengan insan pers agar dapat lebih bekerja sama dalam memajukan dan mendorong laju percepatan pembangunan di Bumi Andan Jejama.
“Saya selaku Bupati Pesawaran berharap kepada para insan Pers untuk membantu pemerintah baik dari satker-satker hingga seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam upaya untuk membangun Kabupaten Pesawaran di segala bidang dan sesuai dengan kemampuan, mengharapkan untuk mendukung segala program Pemerintah Kabupaten Pesawaran,” harapnya.
Hadir sebagai narasumber dalam acara sarasehan tersebut, Iskandar Zulkarnain yang juga Wakil Ketua PWI Cabang Lampung, yang menjelaskan untuk selalu menciptakan iklim yang baik antara para insan pers dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
“Acara ini dilaksanakan untuk meningkatkan keakraban dikalangan insan pers dengan Pemkab Pesawaran untuk saling bersinergi antara satu dengan yang lain dalam menjalankan tugas, terutama dalam bidang pembangunan di lingkungan dan wilayah Pemerintah Kabupaten Pesawaran,” tuturnya.
Iskandar juga menambahkan, dalam membangun daerahnya,  hubungan kerjasama yang baik antara Pers dan Pemkab Pesawaran harus terus dilakukan demi majunya daerah dari segala bidang. Pers sebagai pengawas kinerja Pemerintah berhak mengkritik kinerja seorang Kepala daerah.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah daerah, jangan takut mengkritik kinerja Pemda atau kepala daerah, jika hal itu masih sesuai dengan aturan yang ada dan secara profesional,” jelas Iskandar.

Tuesday, July 1, 2014

Pokmas Wonoagung Dirombak Total

RAWAJITU SELATAN (HL) Susunan kepengurusan kelompok masyarakat (Pokmas) GSMK Kampung Wonoagung, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, dirombak total. Tahun ini, Pokmas setemapat dipimpin Hendra.
Menurut dia, perombakan yang dilakukan kepala kampung setempat, Rakam, demi peningkatan kinerja pokmas, sempat mendapat protes keras dari pokmas yang diberhentikan. “Yang bersangkutan yng juga mantan timses sempat menghentikan pelaksanaan penimbunan badan jalan dengan tanah merah, dan dia sempat meminta bagian dari dana Rp30 juta yang diperoleh karena kampung ini mendapat juara dua,” katanya.
Namun setelah Hendra, memberikan penjelasan barulah sang mantan anggota Pokma memahami dan siap ‘berdamai’.
Hendra menambahkan, tahun ini, dana GSMK di kampung tersebut dialokasikan untuk penimbunan jalan dengan tanah merah di ruas jalan dekat pasar setempat. “Jalan ondelah yang sudah ada digusur dan digantikan dengan tanah merah,” jelasnya.
Pria ramah ini mengatakan, dia dan anggota pokmas sekuat tenaga melaksanakan program unggulan bupati dan wakil bupati Tuba tersebut. “Sebab kami jugalah yang merasakan manfaatnya,” kata dia.
Pantauan, penimbunan jalan dengan tanah merah dilaksanakan dengan baik dan wajar jika kampung ini meraih juara seperti tahun lalu.
Ketika ditanya apakah tahun ini meraih juara, Hendra hanya menjawab akan melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya. “Kami akan bekerja apa adanya, tidak punya target.” terangya.
Kakam setempat, Rakam, mengaku tidak terlibat dalam pelaksanaan GSMK tahun ini. Namun dia berharap kepada pokmas agar melaksanakannya dengan baik. (Mustapa)

Sugandrio: GSMK Hargorejo Bermutu Tinggi

RAWAJITU SELATAN (HL) Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) Kampung Hargorejo, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang, Sugandrio, mengaku melaksanakan pekerjaan penimbunan jalan dengan tanah merah di kampungnya dengan baik. Sebab, kata dia, dengan demikian dia berperan aktif dalam membangun kampung.
Ketika ditemui di kediamannya, pria ramah ini menambahkan, tahun ini dan tahun lalu, dana GSMK di kampung tersebut dialokasikanuntuk penimbunan jalan dengan tanah merah. “Tahun lalu kami buat sebagus mungkin dengan ketebalan yang sangat memuaskan, tahun ini juga kami bangun dengan baik agar kendaraan tidak kepater,” terangnya.
Sugandrio yang juga seorang tenaga pendidik di SDN setempat ini menambahkan, saat pasang, ketinggian air primer sangat tinggi sehingga harus diimbangi dengan ketinggian badan jalan. “Lihat saja, badan jalan yang ditimbun tahun lalu masih terlihat bagus karena ketebalannya cukup tinggi, dan hal ini juga kami lakukan di badan jalan yang akan ditimbun tahun ini yakni di sisi sebelah primer,” urainya.
Meski dikerjakan dengan baik, namun Sugandrio pesimis kampungnya meraih juara GSMK tahun ini. “Gimana mau juara tahun lalu, meski tebal namun tidak diskrap dengan alat berat karena alat berat kesulitan masuk ke sini. Tidak seperti di Medasari dan Wonoagung yang mudah diakses alat berat milik PT WM. Wajarlah mereka yang meraih juara dua dan tiga,” ujarnya.
Dia menuturkan, GSMK sangat tepat untuk membangun kampung dan untuk tahun-tahun ke depan pihaknya mengalokasikan dana GSMK untuk penimbunan jalan jika disetujui bupati.
“Kalau untuk onderlah kurang pas karena tanahnya belum stabil,” pungkasnya. (Mustapa)

GSMK Hargo Mulyo Ajang Korupsi

RAWAJITU SELATAN (HL) Program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) Kampung Hargo Mulyo, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, tahun 2013 berupa penimbunan badan jalan dengan tanah merah diduga asal jadi. Tanah merah sangat tipis dan terkikis air saat hujan sehingga lapisan tanah yang ditimbun muncul ke permukaan.
Sejauh ini, tidak ada pejabat yang berani menegur ketua pokmas yang diduga sengaja bermain api untuk meraup keuntungan. Ketika akan dikonfirmasi di kediamannya, ketua pokmas setempat, Kuswanto, tidak ada di tempat karena pulang kampung ke Pringsewu. Demikian juga dengan kepala kampung setempat, Bandarsyah.
Menurut sejumlah warga, pelaksanaan pekerjaan timbunan jalan dengan tanah merah di kampung tersebut tidak sesuai ketentuan. Mereka menduga, pokmas berusaha mencari keuntungan.
Warga berharap kecurangan tersebut dilaporkan ke Kejari Menggala agar diproses sesuai hukum yang berlaku. “Mereka diduga kuat menyikat uang negara,” kata warga.
Sebelumnya, camat setempat mengaku sudah memonitor GSMK semua kampung dan hasilnya memuaskan. Tetu saja pengakuan camat tersebut berbanding terbalik dengan kondisi lapangan.
Kecurangan GSMK di kampung sangat memungkinkan karena lokasinya jauh dari jalan poros Rawajitu. Setiap kali sidang ke Rawajitu Selatan, Bupati Hanan A. Razak memang tidak pernah singgah di kampung tersebut. Selain karena jauh, juga karena jalan menuju lokasi rusak berat terutama di wilayah Kampung Medasari. (Mustapa)


Dikonfirmasi, Kakam Bogatama Ngaku Pening

PENAWAR TAMA (HL) Kepala Kampung Bogatama, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang, Suroto, mengaku pening ketika dikonfirmasi karena mertuanya sedang menderita sakit dan memiliki anak yang sedang duduk dibangku kuliah di sebuah akademi kebidanan di Bandar Lampung.
“Saya pening karena anak saya masih kuliah dan mertua saya sakit,” keluhnya ketika ditemui di kediamannya di Bogatama belum lama ini.
Terkesan, Suroto mengeluhkan besarnya dana yang harus ia keluarkan untuk membiayai anaknya yang sedang kuliah dan mengobati mertuanya yang sedang sakit.
Entah kenapa, Suroto langsung mengeluarkan kata-kata pening saat ditemui. Kata-kata itu ia keluarkan beberapa saat setelah terjadi obrolan santai. Diduga kata pening menjadi senjata ampuh baginya saat menghadapi siapa saja yang menemuinya. (Mustapa)

Kakam Pulogadung Larang Wartawan Ketemu Pokmas

PENAWAR TAMA (HL) Kepala Kampung Pulogadung, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang, melarang wartawan menemui ketua kelompok masyarakat yang sedang melaksanakan pembangunan jalan onderlah program GSMK (Gerakan Serentak Membangun Kampung) tahun 2014 di kampungnya.
“Jangan bertemu pokmas dengan alasan apapun karena sebelumnya sudah ada wartawan yang bertemu,” kilah kakam.
Anehnya, kakam tidak memiliki alasan melarang wartawan menemui pokmas terkait pelaksanaan GSMK di kampung tersebut. Sebab, sesuai ketentuan, seorang kepala kampung tidak boleh mencampuri pokmas yang ada di desanya.
Kakam ini mengaku sebelumnya pernah ikut-ikutan menjadi wartawan karena diajak kawannya. “Saya juga pernah jadi wartawan,” katanya.
Kakam mengaku disuruh warga nyalon kepala kampung. “Saya tidak mendapat apa-apa sejak menjadi kepala kampung. Mobil Avanza yang saya kredit sudah saya over kreditkan kepada kawan saya, dan saat ini pakai mobil sedan seharga Rp40-an juta,” keluhnya. (Mustapa)

GSMK Sumber Jaya Hancur, Pokmas Cuek

GABA (HL) Sebuah ruas jalan di Kampung Sumber Jaya, Kecamatan Gedungaji Baru, Kabupaten Tulang bawang, yang dibangun dari dana GSMK tahun 2013 hancur dan sulit dilalui kendaraan roda dua dan empat. Menyikapi hal ini, pokmas setempat cuek dan tidak ada upaya perbaikan.
Diduga pelaksanaan pekerjaan ini tidak sesuai ketentuan karena batu belah disusun di atas badan jalan yang lebut karena digenangi air.
Seorang warga yang bermukim di dekat ruas jalan mengaku sakit perut jika melintasi jalan dengan memacu kendaraan dengan kecepatan 40 Km per jam. Menurut dia, hal ini karena kerusakan jalan sangat parah dan bergelombang.
Pantauan, ruas jalan yang rusak selalu digenangi air sehingga permukaan jalan terus turun, apalagi ruas jalan ini sering dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi seperti kelapa sawit dan singkong.
Ketua pokmas kampung setempat adalah Brewok yang tempat tinggalnya dekat pabrik sawit PT SIP. (Mustapa)

Pitoyo: Bogatama Pertahankan Juara I GSMK

PENAWAR TAMA (HL) Ketua Pokmas GSMK Boga Tama, Kecamatan Penawar tama, Kabupaten Tulang Bawang, Pitoyo, optimis tahun ini kampungnya kembali meraih juara I GSMK seperti yang juga diraih tahun lalu. Sebab, kata dia, pembangunan jalan onderlah tahun ini juga dilaksanakan sesuai prosedur dan volumen pekerjaan juga ditambah dan mendapat swadaya dari petani plasma kelapa sawit yang ada di kampung tersebut.
Pria asal Wayabung Tuba Barat ini menambahkan, seperti tahun sebelumnya, GSMK setempat dialokasikan untuk pembangunan jalan onderlah di seputar pusat kampung sebab selama ini masih jalan tanah. Dia menambahkan, masih banyak ruas jalan di kampung tersebut yang belum dionderlah. “Kami memprioritaskan jalan yang berada di pusat kampung,” katanya.
Pitoy menambahkan, seperti tahun lalu, tahun ini pembangunan jalan onderlah dikerjakan sesuai petunjuk pelaksana, petunjuk teknis dalam rancangan anggaran biaya. “Semua material sudah ada di lokasi dan sudah dibelah, penyusunan batu sesuai ketentuan, warga juga sangat antusias menyambut program ini,” ujarnya.
Bogatama merupakan ibu kota Kecamatan Penawar Tama. Namun di kampung ini masih banyak terdapat ruas jalan yang belum dionderlah dan dilapen. Kepiawaian Pitoyo dalam mengelola GSMK tidak perlu diragukan lagi. Dalam dua tahun ini, dia selalu merealisasikannya dengan baik. 

Heri Tinjau GSMK di Penawar Tama

PENAWAR TAMA (HL) Wakil Bupati Tulang Bawang, Heri Wardoyo, S.H., meninjau pelaksanaan program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) tahun 2014 di sejumlah kampung dalam wilayah Kecamatan Penawar Tama Selasa pekan lalu.
Pada kesempatan itu, wakil bupati didampingi kepala BPMPK Tuba Hamami Ria, Kabid Pemerintahan Kampung Suhardi, camat Penawartama dan sejumlah pejabat lain.
Monitoring diawali dari Kampung Dwimulyo, Sidomulyo, Tritunggal Jaya, Bogatama dan Pulau Gadung serta sejumlah kampung lain.
Di setiap kampung, wakil bupati berdialog dengan warga yang sedang bergotong royong sebagai bentuk swadaya dalam pelaksanaan program GSMK. Heri yang juga mantan wartawan sebuah surat kabar harian ini dengan ramah warga yang sedang bergotong royong.
Di setiap kampung, monitoring hanya berlangsungsekitar setengah jam dan bupati berpesan kepada ketua Pokmas (kelompok masyarakat) melaksanakan program GSMK dengan baik agar dapat bertahan lama.
Sehari sebelumnya, Hamami Ria, mengatakan sudah 84 kampung yang telah mencairkan dana GSMK termin kedua. Sedangkan sisanya sedang dalam proses dan beberapa kampung belum mengajukan.
“Untuk Kecamatan Penawar Tama (14 kampung) dan Gedungaji Baru (9 kampung) semua kampung sudah mencairkan dana termin kedua,” terangnya.
Dia membantah terjadinya keterlambatan pencairan dana termin kedua seperti yang dikeluhkan para ketua Pokmas (kelompok masyarakat). Kalau sudah diajukan pokmas langsung kami sampaikan ke bupati melalui  sekda dan asisten satu,” kilahnya.
Menurut  sejumlah ketua Pokmas, pencairan dana termin kedua sangat lambat sehingga pelaksanaan pekerjaan tertunda. “Saya suruh pekerjanya berhenti jika dana belum ada,” kata Pitoyo, ketua Pokmas Bogatama.


Zuhairi Buka Workshop Pemanfaatan Situs

BANDUNG BARU (HL) Bupati Pringsewu diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Zuhairi Abdullah membuka workshop  pemanfaatan situs web sekaligus sosialisasi  intranet di lingkungan Pemkab Pringsewu di Balai Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Rabu (25/6). Workshop ini diikuti ratusan peserta baik  jajaran pemerintahan dan umum.
Asisten Bidang Pemerintahan Zuhairi Abdullah membacakan sambutan tertulis Bupati Pringsewu Sujadi mengatakan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 199, daerah  merupakan pusat kegiatan pembangunan melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Terkait hal tersebut, berbagai informasi yang perlu diketahui publik dan semua pihak yang berkepentingan, tentunya perlu disebarluaskan secara cepat kepada khalayak melalui berbagai media dan sarana yang ada. Salah satu diantaranya adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi berbasis internet dan intranet. ”Dalam kaitan ini pula, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B.346/KPTS/D.12/2013 tertanggal 16 September 2013, Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga telah meluncurkan situs resmi pemerintah daerah, yakni www.pringsewukab.go.id.
Dengan adanya situs tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebutuhaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan akan informasi tentang  Kabupaten Pringsewu,” katanya.
Ia juga berharap  keberadaan media online tersebut, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh satuan kerja perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Pringsewu, untuk menyebar luaskan program-programnya, berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Pringsewu, serta  menjadi sarana bagi masyarakat luas untuk mengetahui sebagal sesuatu tentang Kabupaten Pringsewu berikut segala dinamikanya, terutama mengenai informasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan wilayah.  Selain itu, dapat pula dijadikan pintu masuk bagi para investor yang tertarik menanamkan modalnya di Bumi Jejama Secancanan melalui berbagai informasi mengenai jenis-jenis peluang usaha yang ada. (Sulaiman/Hadi)
SNV Bangun Sanitasi di Pringsewu
PRINGSEWU (HL) Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), sebuah organisasi nirlaba asal Belanda turut peduli dan ikut ambil bagian dalam pembangunan di Indonesia. Salah satu  program SNV yang kini dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu, Lampung yakni pembangunan sanitasi.
Terkait hal tersebut, jajaran SNV-Indonesia dipimpin Country Director SNV Indonesia Phil Harman bersama jajaran Kedutaan Besar Negeri Belanda, serta perwakilan dari Bappenas mengunjungi Kabupaten Pringsewu selama beberapa hari, sekaligus mengadakan sosialisasi di hadapan camat dan kepala pekon serta para pemangku kepentingan di ruang rapat utama Kantor Pemkab Pringsewu, Rabu (25/6). Turut hadir dalam rombongan tersebut Bupati Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Drs.H.Suyoto, M.Si  bersama Ketua TP-PKK Bojonegoro beserta sejumlah kepala SKPD terkait di lingkup Pemkab Bojonegoro. Mereka diterima oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi dan jajaran pemkab. Kedatangan Bupati Bojonegoro tersebut juga dalam rangka berbagi pengalaman terkait keberhasilan program sanitasi SNV di daerah tersebut.
Sector Leader Wash SNV Indonesia Susy Soenarjo  mengatakan pihaknya terus berkomitmen membantu percepatan program sanitasi di Indonesia, dimana untuk Indonesia dilakukan di Kabupaten Sijunjung (Sumatera Barat), Kabupaten Lampung Selatan, serta Kabupaten Pringsewu sendiri. "SNV Indonesia yang concern dalam upaya penyediaan layanan pengembangan dan pembangunan bagi negara-negara berkembang, utamanya di sektor pertanian, energi terbarukan, serta air bersih, sanitasi dan kebersihan, berharap dapat membantu pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan kondisi sanitasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Drs.H.Suyoto, M.Si dalam kesempatan tersebut memaparkan keberhasilan daerahnya dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya utamanya dalam peningkatan di bidang sanitasi. Dikatakan pula olehnya, Kabupaten Bojonegoro memiliki luas sejumlah 230.706 Ha, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.176.386 jiwa. Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian selatan merupakan dataran tinggi. "40,15 persen wilayah Bojonegoro merupakan hutan negara atau wilayah Perhutani, dengan permasalahan utama yang dihadapi yakni masalah jalan, dimana 80 persennya dalam kondisi rusak, irigasi, pendidikan, kesehatan, serta birokrasi," katanya.
Diungkapkan Suyoto, Kabupaten Bojonegoro sebelumnya memiliki sejumlah permasalahan di bidang sanitasi lingkungan. Namun berkat usaha dan keinginan kuat masyarakat untuk berubah menjadi lebih baik, lambat laun mulai membaik. "Terlebih setelah ada program peningkatan sanitasi dari SNV Indonesia," ungkapnya.
Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi Kabupaten Pringsewu. Dipaparkan Sujadi, Pringsewu merupakan salahsatu dari 15 kabupaten kota di Provinsi Lampung. Dari segi luas wilayah, Pringsewu yang baru berusia 5 tahun merupakan kabupaten terkecil namun dengan tingkat kepadatan paling tinggi, yakni sekitar 480.000 jiwa lebih mendiami wilayah seluas 625 km persegi. "Saat ini Pringsewu terbagi menjadi 9 kecamatan, yakni masing-masing Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pagelaran Utara, Sukoharjo, Adiluwih, Ambarawa, Banyumas, Gadingrejo, dan Pardasuka. Kedepan, kami juga merencanakan untuk menambah 3 kecamatan baru lagi, yakni dengan memekarkan Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, serta Gadingrejo," ungkapnya.
Terkait program SNV yang dilaksanakan di wilayahnya, Bupati Pringsewu menyambut baik dan berharap program peningkatan sanitasi masyarakat di Pringsewu dapat mendorong masyarakat untuk lebih giat lagi dalam membangun daerahnya serta meningkatkan derajat hidup warga. 

Lamsel Gelar Rapat Pemantapan Tim Pemantauan Pemilu

KALIANDA (HL)Menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) periode 2014-2019, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan Rapat Pemantapan Tim Pemantauan Pemilu. Rapat yang dipimpin Sekeretaris Daerah Kabupaten, Ir. H. Sutono, MM, Kamis pekan lalu berlangsung di Aula Rajabasa Kantor Bupati setempat.
Dalam arahannya, Sutono menyampaikan tujuan kegiatan tersebut untuk merumuskan langkah dan strategi dalam rangka mensukseskan Pilpres pada 9 Juli mendatang. Dikatakannya, Kabupaten Lampung Selatan telah berhasil menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pilgub tahun 2014 yang lalu dengan damai dan demokratis dan menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung.
Untuk itu, dirinya meminta kepada setiap Satker terkait terutama para camat untuk dapat menjaga iklim keamanan yang kondusif diwilayahnya serta dapat berkoordinasi dengan KPU sebagai penyelenggara Pemilu, terutama dalam hal kesiapan logistik dan pendistribusiannya agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Selain itu, Sutono juga berharap para camat secara bersama-sama turut melakukan pemantauan, dan sesegera mungkin melaporkan hasil pemungutan suara diwilayahnya sehingga pelaksanaan Pipres 2014 dapat berjalan dengan sukses sesuai yang direncanakan.
"Saya berharap camat dapat sesegera mungkin melaporkan hasil pemungutuan suara, jangan sampai menunggu hasil pengitungan selesai semua, apabila dikecamatannya ada TPS yang telah selesai melakukan penghtungan suara maka hasilnya segera dilaporkan.

Guru Olah Raga Latihan SKJ Terbaru

PUBIAN (HL) Sejumlah guru olah raga tingkat TK, SD, SMP dan SMA di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, mengikuti latihan senam kesegaran jasmani (SKJ) terbaru dan senam kreasi di halaman SDN 1 Payung Batu belum lama ini.
Panitia kegiatan, Purwanto, yang juga pelatih senam SKJ dan kreasi mengatakan, setelah mengikti pelatihan senam ini, nantinya guru dapat memberikan contoh pada siswa di masing-masing sekolah, karena nantinya tiap hari Jum’at akan diadakan senam di tiap-tiap sekolah.
“Sedangkan guru dan kepala sekolah akan ikut senam di tingkat kecamatan setiap Jum’at,” katanya.
Dia menambahkan, direncanakan SKJ terbaru dan kreasi ini akan dilombakan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang akan datang yang diikuti siswa-siswa sekolah masing-masing.
Menurut Purwanto, kesehatan dan kebugaran tubuh sangat penting bagi anak-anak didik dan guru agar dapat belajar mengajar dengan baik. (Edy Siswanto)

Camat Rumbia Pimpin Rakor di Restu Baru

RUMBIA (HL) Camat Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah,  H. Mustopa, S.Ip  memimpin rapat koordinasi (Rakor) di  balai Kampung Restu Baru, belum lama ini.
Acara ini dihadiri KUPTD Pendidikan Agung Siswoyo,  S.Pd., MM, Pengawas Tk/ SD Ahmad Suhadi, S.Pd,  KUPTD Kesehatan Rosman, Kapolsek Iptu Danu R. Atmaja, SE. MH,  Danramil, kepala kampung dan seluruh instansi pemerintahan yang ada di kecamatan setempat.
Dalam sambutanya, Mustopa mengatakan,  rakor terebut dilakukan setiap bulan untuk menjalin tali silaturahmi antara pejabat dan aparat kampung yang ada di kecamatan tersebut.
“Selain itu juga agar kita tahu apa kekurangan dan keluhan yang ada di masyarakat karena kita yang ada di balai kampung ini adalah pelayan masyarakat, abdi negara dan kita harus menjadi panutan bagi mereka, masyarakat kita sekarang ini telah sadar dalam membayar PBB tahun ini dan PPB yang disetorkan kepala kampung sesuai dan tidak menunggak apalagi kurang,”  ujarnya.
Dikatakannya, menghadapi pesta demokrasi Pilpres pada 9 Juli, masyarakat banyak yang tidak datang ke TPS atau golput.
“Tugas kita adalah mengarahkan dan menjelaskan baik secara lisan maupun tulisan di spanduk  betapa pentingnya  suara mereka untuk masa depan negara kita lima tahun ke depan dan juga pada akhir bulan ini masyarakat yang beragama Islam akan melaksanakan  kewajibannya berpuasa pada bulan suci Ramadhan, masyarakat akan melakukan shalat tarawih setiap malamnya dan juga di setiap kampung yang ada di kecamatan kita biasanya akan ada acara safari ramadhan, jadi saya minta kepada kepala kampung untuk menyarankan  kepada warganya agar  sebelum bepergian ke masjid melakukan kewajibanya, harus memeriksa dulu keadaan rumahnya,  karena kejahatan selalu ada, pelaku mencari kesempatan, lebih baik kita waspada daripada warga kehilangan harta benda mereka, keamanan itu bukan hanya tugas aparat kepolisian saja, warga dan aparat kampung juga harus menjaga wilayahnya masing-masing,” katanya.
Di tempat yang sama, Kapolsek Iptu. Danu R. Atmaja, SE., MH, mengatakan telah memerintahkan anggota Babinkamtibmas yang bertugas di kampung-kampung agar bekerjasama dan berkoordinasi dengan aparat kampung khususnya soal keamanan.
“Sekarang setiap kampung diharuskan untuk warganya mengadakan ronda setiap malamnya dengan cara bergiliran, Babinkamtibmas akan mengontrol dan keliling kampung bersama petugas ronda ke titik daerah - daerah yang dinilai rawan kejahatan, adanya kejahatan karena ada kesempatan, bila kegiatan ronda ini dilaksanakan maka kecil kemungkinan ada kejahatan di kecamatan kita. Saya juga minta kepada kepala kampung untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada warganya, yang mana telah membantu baik material maupun spritual dalam pembangunan lapangan futsal yang ada di halaman Polsek Rumbia, semoga nantinya berguna untuk masyarakat yang hobi berolahraga atau yang ingin hidup sehat dengan berolahraga, baik untuk masyarakat kecamatan kita sendiri maupun dari luar kecamatan, mungkin lapangan futsal yang baru di bangun ini satu – satunya di lampung tengah bagian timur, di bangun dari masyarakat, di gunakan oleh masyarakat juga dan tidak di pungut biaya bagi yang ingin menggunakan lapangan tersebut, selain itu saya menghimbau kepada seluruh aparat kampung dan masyarakat itu sendiri untuk bersama – sama menciptakan suasana aman dan kondusif menjelang pilpres,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar acara Istighosah dan pengajian akbar

Kotabumi (HL) Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar acara Istighosah dan pengajian akbar. Kigiatan yang digelar di halaman kompleks Islamic Center, Kotabumi, Rabu (11/6) merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-68 kabupaten tersebut.
Acara istigosah yang hadiri ribuan umat muslim itu menghadirkan penceramah ustadz Sholeh Mahmud atau Ustadz Solmed.
Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkungara dalam sambutannya mengatakan Lampura merupakan salah satu kabupaten tertua di provinsi Lampung. Saat ini kata dia, sudah memiliki tiga anak dan tiga cucu, sebab sudah 68 tahun usia Lampung Utara, namun sampai sekarang Lampura masih seperti ini saja, belum ada kemajuan yang signifikan.
Oleh karena itu, dibawah kepemimpinan dirinya selaku bupati, Agung berjanji akan membawa Lampura untuk perubahan yang lebih baik. ”Sesuai dengan janji saya waktu berkampanye, saya akan membawa Lampura untuk perubahan yang lebih baik,”ujarnya.
Menurutnya sebagai bupati, dirinya sudah berjanji dengan masyarakat untuk mewakafkan dirinya kepada masyarakat. “Karena semua yang saya lakukan semata-mata hanya untuk kesejahteraan masyarakat dan saya sanggup berkorban dengan segala resiko,” katanya.
Dia meminta kepada masyarakat Lampura untuk jangan mudah-mudah terprovokasi sehingga bisa mengadu domba satu sama lainnya. ”Pesta sudah usai,mari kita bersatu dengan satu kekuatan untuk bersama-sama membangun Lampura,” imbuhnya.
Sementara, Ustazd Solmed dalam tausiahnya mengatakan pemimpin yang baik dan sudah berbuat dengan segala kebajikannya belum tentu disukai oleh orang. ”Nabi muhammad merupakan pemimpin umat yang sangat baik. Tapi selalu mendapat hujatan dari musuh-musuhnya,” ujar ustadz berwajah tampan ini pula.

Utama Zainudin Majukan SDN 1 Bina Karya

Dalam wawancara dengan kru Handal Lampung di sela kesibukannya, Zainudian mengatakan dirinya memiliki beragam cara untuk memajukan pendidikan yang mengacu pada pada standar nasioanal.
Dijelaskan,  standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses kompetensi kelulusan, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, pengelolaan yang baik, pembiyaan dan penilaian pendidikan.
“Ada dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu standar isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum, pengembangan kurikulum disusun tujuanya agar dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik di antaranya, belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, belajar  untuk memahami  dan menghayati, belajar untuk mampu melaksanakan , berbuat  secara efektf, belajar untuk hidup, belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui  proses belajar aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntunan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, kondisi sekolah.
“Dengan demikian sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal- hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar dam menilai belajar, itupun harus sesuai dengan visi, misi dan tujuan umum pendidikan atau sekolah,  guru diberi kebebasan dan keleluasaan dalam menyusun program pembelajaran, misalnya dalam mendeskripsikan indicator hasil belajar, menetapkan tujuan pembelajaran, menetapkan kegiatan pembelajran sesuai dengan kondisi  lingkungan sekolah serta untuk memotivasi siswa dalam mengolah juga menggali sendiri potensinya, karena guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas merupakan bagian dari implementasi kurikulum sekolah dasar dan itu telah di laksanakan oleh guru yang ada di sekolah yang saya pimpin sekarang ini,” ungkapnya.
Dia mengakui, sebagai guru dia diberikan tanggung jawab lebih sebagai kepala sekolah   harus memiliki, pengetahuan, keterampilan, sikap, performance, etika dalam bekerja.
“Bukan itu saja sebagai pemimpin harus punya kompetensi yang terbagi dalam tiga kompetensi antara lain, profesional, wawasan, personal, social, wawasan kependidikan dan managemen, bila semua yang disebutkan saya tidak ada satupun tidak ada yang di milki kepala sekolah lainya maka program dan tujuan mencerdaskan anak bangsa tidak akan terwujud, dengan tertanamnya prinsip jiwa pemimpin dan semangat  pendidik, maka anak didik kita dapat bersaing dengan daerah lain, bahkan tidak menutup kemungkinan dengan negara lain, karena sekolah dasar adalah wadah awal dalam pembelajaran baik itu formal maupun non formal, saya berkeyakinan anak didik kami yang kelas enam akan lulus semua dan masuk di SMP Negeri,”  pungkasnya.

HUT Ke 68 Agung Buka Lampung Utara Fair

Kotabumi (HL) Bupati Lampung Utara (Lampura) H. Agung Ilmu Mangkunegara secara resmi membuka event tahunan Lampung Utara Fair dalam rangka HUT ke-68  kabupaten setempat di halaman parkir Stadion Sukung Kotabumi, Senin (9/6) malam lalu.
Lampung Utara Fair 2014 yang diselenggarakan mulai 9 – 5 Juni 2014, dimeriahkan berbagai event kegiatan. Seperti perlombaan cabang olah raga, hiburan rakyat dan kegiatan budaya serta pameran pembangunan yang diikuti oleh dinas, instansi, badan, BUMD swasta, sekolah tinggi dan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Agung menyampaikan jika digelarnya kegiatan Lampura Fair sebagai wahana hiburan bagi warga, juga sebagai ajang promosi pembangunan daerah dan perusahaan baik BUMN maupun swasta untuk memperkenalkan potensi maupun produknya.
Tidak kalah menarik, sejumlah produk-produk usaha mikro kecil dan menengah asal Kabupaten Lampura juga dipamerkan. Melalui event ini, produk-produk tersebut diharapkan dapat dikenal luas oleh masyarakat sekaligus terjadi transaksi.
“Kegiatan Lampura Fair ini bertujuan agar masyarakat mengetahui program pembangunan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Lampung Utara dalam rangka menuju Lampung Utara yang maju dan bersaing,” kata Agung.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, rangkaian kegiatan khususnya pameran pembangunan yang di gelar diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kemajuan masyarakat di kabupaten setempat. Sebab, pameran pembangunan itu menjadi tolak ukur kinerja instansi dalam mewujudkan visi dan misinya. Sekaligus, media sosialisasi capaian hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.
“Selain tolak ukur kinerja instansi dan media sosialisasi di pemerintahan, pemeran pembangunan di Lampura Fair sekaligus wahana hiburan bagi masyarakat daerah setempat selama pameran berlangsung” ujarnya.

Dispenda Lamsel Launching PBB P2

Kalianda (HL) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar launching Pendaerahan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2), di aula Krakatau pemkab setempat, Senin pekan lalu.  
Kepala Dispenda Lamsel, Samsurijal Ari, mengatakan jika PBB P2 merupakan peralihan dalam pengelolaan pembayaran PBB. Jika sebelumnya mekanisme pembayaran dikelola Kanwil Pajak, sekarang oleh Pemkab Lamsel sendiri,” katanya. 
Menurut Samsurijal, pihaknya sudah melakukan koordinasi dalam pengelolaan pajak tersebut, diantaranya penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan PBB, MoU dengan Kantor Wilayah Pajak wilayah Bengkulu – Lampung, penyusunan peraturan bupati tentang yang terkait dengan pajak.
Dia menjelaskan bahwa dalam penyetoran pembayaran oleh wajib pajak, Dispenda Lamsel menggandeng Bank Lampung. “Pembayaran pajak dapat dilakukan di Bank Lampung untuk kemudian dananya disetorkan ke kas daerah. Kita juga bentuk pembayaran secara online, jadi wajib pajak bisa membayar langsung via online,” ujarnya.
Ia juga mengaku bila pihaknya saat ini telah membuat Surat Pemberitahuan Pajak Piutang (SP3) yang akan dibagikan ke setiap wajib pajak melalui kecamatan untuk diteruskan ke kelurahan atau desa.
“SP3 sudah kita distribusikan kepada pihak kecamatan untuk dilanjutkan ke kelurahan atau desa yang kemudian akan diteruskan kepada wajib pajak,” tuturnya.
Dikatakan bahwa dalam launching PBB P2 dihadiri seluruh camat di Lamsel agar dapat segera bekerja dan menghimbau kepada masyarakat agar taat membayar pajak.

KUPTD Sendang Agung Pungli Atasnamakan Bupati dan Kadisdik

 Lamteng (HL) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Sujani, berani melakukan pungli dengan mengatasnamakan bupati dan kepala dinas pendidikan setempat. Selama mnjalankan aksinya, Sujani sudah meraup untung hingga puluhan juta rupiah.
Hingga berita ini dilansir, Kepala UPT Dinas Pendidikan Sendang Agung, Sujani, tidak diketahui kemana rimbanya. Ia seperti hilang ditelan bumi. Dinas Pendidikan Lampung Tengah harus segera mengambil sikap dalam permasalahan ini, apalagi dalam kasus ini Sujani berani menjual nama bupati.
Dalam menjalankan aksinya, Sujani melakukan pungli kepada guru honor yang lulus test K2, “kami semua diminta dana Rp600 ribu oleh Pak Sujani,” beber 48 orang guru honor yang menjadi korban Sujani, kepada Handal Lampung.
Mereka juga mengatakan jika Sujani melakukan pungli itu karena atas perintah Kepala Dinas Pendidikan lampung Tengah dan Bupati, “Sujani bilang uang itu untuk diberikan kepada bupati dan kadisdik. Ya karena takut kami menurut saja,” terang mereka.
Bukan hanya itu, selama menjabat sebagai KUPTD, Sujani tercatat sudah beberapa kali tersandung masalah, seperti dana Sisa Hasil Usaha Koperasi Pegawai Negeri (SHU KPN) Sangun Kiwah yang tidak dibagikan olehnya.
Kemudian jatah Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) yang selama setengah tahun juga tidak dibagikan.
Edisi mendatang kasus ini akan dibeberkan lebih mendalam, lengkap dengan tanggapan Bupati Lampung Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan setempat.