Tuesday, July 1, 2014

Zuhairi Buka Workshop Pemanfaatan Situs

BANDUNG BARU (HL) Bupati Pringsewu diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Zuhairi Abdullah membuka workshop  pemanfaatan situs web sekaligus sosialisasi  intranet di lingkungan Pemkab Pringsewu di Balai Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Rabu (25/6). Workshop ini diikuti ratusan peserta baik  jajaran pemerintahan dan umum.
Asisten Bidang Pemerintahan Zuhairi Abdullah membacakan sambutan tertulis Bupati Pringsewu Sujadi mengatakan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 199, daerah  merupakan pusat kegiatan pembangunan melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Terkait hal tersebut, berbagai informasi yang perlu diketahui publik dan semua pihak yang berkepentingan, tentunya perlu disebarluaskan secara cepat kepada khalayak melalui berbagai media dan sarana yang ada. Salah satu diantaranya adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi berbasis internet dan intranet. ”Dalam kaitan ini pula, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B.346/KPTS/D.12/2013 tertanggal 16 September 2013, Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga telah meluncurkan situs resmi pemerintah daerah, yakni www.pringsewukab.go.id.
Dengan adanya situs tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebutuhaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan akan informasi tentang  Kabupaten Pringsewu,” katanya.
Ia juga berharap  keberadaan media online tersebut, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh satuan kerja perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Pringsewu, untuk menyebar luaskan program-programnya, berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Pringsewu, serta  menjadi sarana bagi masyarakat luas untuk mengetahui sebagal sesuatu tentang Kabupaten Pringsewu berikut segala dinamikanya, terutama mengenai informasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan wilayah.  Selain itu, dapat pula dijadikan pintu masuk bagi para investor yang tertarik menanamkan modalnya di Bumi Jejama Secancanan melalui berbagai informasi mengenai jenis-jenis peluang usaha yang ada. (Sulaiman/Hadi)
SNV Bangun Sanitasi di Pringsewu
PRINGSEWU (HL) Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), sebuah organisasi nirlaba asal Belanda turut peduli dan ikut ambil bagian dalam pembangunan di Indonesia. Salah satu  program SNV yang kini dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu, Lampung yakni pembangunan sanitasi.
Terkait hal tersebut, jajaran SNV-Indonesia dipimpin Country Director SNV Indonesia Phil Harman bersama jajaran Kedutaan Besar Negeri Belanda, serta perwakilan dari Bappenas mengunjungi Kabupaten Pringsewu selama beberapa hari, sekaligus mengadakan sosialisasi di hadapan camat dan kepala pekon serta para pemangku kepentingan di ruang rapat utama Kantor Pemkab Pringsewu, Rabu (25/6). Turut hadir dalam rombongan tersebut Bupati Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Drs.H.Suyoto, M.Si  bersama Ketua TP-PKK Bojonegoro beserta sejumlah kepala SKPD terkait di lingkup Pemkab Bojonegoro. Mereka diterima oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi dan jajaran pemkab. Kedatangan Bupati Bojonegoro tersebut juga dalam rangka berbagi pengalaman terkait keberhasilan program sanitasi SNV di daerah tersebut.
Sector Leader Wash SNV Indonesia Susy Soenarjo  mengatakan pihaknya terus berkomitmen membantu percepatan program sanitasi di Indonesia, dimana untuk Indonesia dilakukan di Kabupaten Sijunjung (Sumatera Barat), Kabupaten Lampung Selatan, serta Kabupaten Pringsewu sendiri. "SNV Indonesia yang concern dalam upaya penyediaan layanan pengembangan dan pembangunan bagi negara-negara berkembang, utamanya di sektor pertanian, energi terbarukan, serta air bersih, sanitasi dan kebersihan, berharap dapat membantu pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan kondisi sanitasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Drs.H.Suyoto, M.Si dalam kesempatan tersebut memaparkan keberhasilan daerahnya dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya utamanya dalam peningkatan di bidang sanitasi. Dikatakan pula olehnya, Kabupaten Bojonegoro memiliki luas sejumlah 230.706 Ha, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.176.386 jiwa. Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian selatan merupakan dataran tinggi. "40,15 persen wilayah Bojonegoro merupakan hutan negara atau wilayah Perhutani, dengan permasalahan utama yang dihadapi yakni masalah jalan, dimana 80 persennya dalam kondisi rusak, irigasi, pendidikan, kesehatan, serta birokrasi," katanya.
Diungkapkan Suyoto, Kabupaten Bojonegoro sebelumnya memiliki sejumlah permasalahan di bidang sanitasi lingkungan. Namun berkat usaha dan keinginan kuat masyarakat untuk berubah menjadi lebih baik, lambat laun mulai membaik. "Terlebih setelah ada program peningkatan sanitasi dari SNV Indonesia," ungkapnya.
Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi Kabupaten Pringsewu. Dipaparkan Sujadi, Pringsewu merupakan salahsatu dari 15 kabupaten kota di Provinsi Lampung. Dari segi luas wilayah, Pringsewu yang baru berusia 5 tahun merupakan kabupaten terkecil namun dengan tingkat kepadatan paling tinggi, yakni sekitar 480.000 jiwa lebih mendiami wilayah seluas 625 km persegi. "Saat ini Pringsewu terbagi menjadi 9 kecamatan, yakni masing-masing Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pagelaran Utara, Sukoharjo, Adiluwih, Ambarawa, Banyumas, Gadingrejo, dan Pardasuka. Kedepan, kami juga merencanakan untuk menambah 3 kecamatan baru lagi, yakni dengan memekarkan Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, serta Gadingrejo," ungkapnya.
Terkait program SNV yang dilaksanakan di wilayahnya, Bupati Pringsewu menyambut baik dan berharap program peningkatan sanitasi masyarakat di Pringsewu dapat mendorong masyarakat untuk lebih giat lagi dalam membangun daerahnya serta meningkatkan derajat hidup warga. 

No comments:

Post a Comment