Tuesday, July 1, 2014

Camat Rumbia Pimpin Rakor di Restu Baru

RUMBIA (HL) Camat Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah,  H. Mustopa, S.Ip  memimpin rapat koordinasi (Rakor) di  balai Kampung Restu Baru, belum lama ini.
Acara ini dihadiri KUPTD Pendidikan Agung Siswoyo,  S.Pd., MM, Pengawas Tk/ SD Ahmad Suhadi, S.Pd,  KUPTD Kesehatan Rosman, Kapolsek Iptu Danu R. Atmaja, SE. MH,  Danramil, kepala kampung dan seluruh instansi pemerintahan yang ada di kecamatan setempat.
Dalam sambutanya, Mustopa mengatakan,  rakor terebut dilakukan setiap bulan untuk menjalin tali silaturahmi antara pejabat dan aparat kampung yang ada di kecamatan tersebut.
“Selain itu juga agar kita tahu apa kekurangan dan keluhan yang ada di masyarakat karena kita yang ada di balai kampung ini adalah pelayan masyarakat, abdi negara dan kita harus menjadi panutan bagi mereka, masyarakat kita sekarang ini telah sadar dalam membayar PBB tahun ini dan PPB yang disetorkan kepala kampung sesuai dan tidak menunggak apalagi kurang,”  ujarnya.
Dikatakannya, menghadapi pesta demokrasi Pilpres pada 9 Juli, masyarakat banyak yang tidak datang ke TPS atau golput.
“Tugas kita adalah mengarahkan dan menjelaskan baik secara lisan maupun tulisan di spanduk  betapa pentingnya  suara mereka untuk masa depan negara kita lima tahun ke depan dan juga pada akhir bulan ini masyarakat yang beragama Islam akan melaksanakan  kewajibannya berpuasa pada bulan suci Ramadhan, masyarakat akan melakukan shalat tarawih setiap malamnya dan juga di setiap kampung yang ada di kecamatan kita biasanya akan ada acara safari ramadhan, jadi saya minta kepada kepala kampung untuk menyarankan  kepada warganya agar  sebelum bepergian ke masjid melakukan kewajibanya, harus memeriksa dulu keadaan rumahnya,  karena kejahatan selalu ada, pelaku mencari kesempatan, lebih baik kita waspada daripada warga kehilangan harta benda mereka, keamanan itu bukan hanya tugas aparat kepolisian saja, warga dan aparat kampung juga harus menjaga wilayahnya masing-masing,” katanya.
Di tempat yang sama, Kapolsek Iptu. Danu R. Atmaja, SE., MH, mengatakan telah memerintahkan anggota Babinkamtibmas yang bertugas di kampung-kampung agar bekerjasama dan berkoordinasi dengan aparat kampung khususnya soal keamanan.
“Sekarang setiap kampung diharuskan untuk warganya mengadakan ronda setiap malamnya dengan cara bergiliran, Babinkamtibmas akan mengontrol dan keliling kampung bersama petugas ronda ke titik daerah - daerah yang dinilai rawan kejahatan, adanya kejahatan karena ada kesempatan, bila kegiatan ronda ini dilaksanakan maka kecil kemungkinan ada kejahatan di kecamatan kita. Saya juga minta kepada kepala kampung untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada warganya, yang mana telah membantu baik material maupun spritual dalam pembangunan lapangan futsal yang ada di halaman Polsek Rumbia, semoga nantinya berguna untuk masyarakat yang hobi berolahraga atau yang ingin hidup sehat dengan berolahraga, baik untuk masyarakat kecamatan kita sendiri maupun dari luar kecamatan, mungkin lapangan futsal yang baru di bangun ini satu – satunya di lampung tengah bagian timur, di bangun dari masyarakat, di gunakan oleh masyarakat juga dan tidak di pungut biaya bagi yang ingin menggunakan lapangan tersebut, selain itu saya menghimbau kepada seluruh aparat kampung dan masyarakat itu sendiri untuk bersama – sama menciptakan suasana aman dan kondusif menjelang pilpres,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar acara Istighosah dan pengajian akbar

Kotabumi (HL) Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar acara Istighosah dan pengajian akbar. Kigiatan yang digelar di halaman kompleks Islamic Center, Kotabumi, Rabu (11/6) merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-68 kabupaten tersebut.
Acara istigosah yang hadiri ribuan umat muslim itu menghadirkan penceramah ustadz Sholeh Mahmud atau Ustadz Solmed.
Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkungara dalam sambutannya mengatakan Lampura merupakan salah satu kabupaten tertua di provinsi Lampung. Saat ini kata dia, sudah memiliki tiga anak dan tiga cucu, sebab sudah 68 tahun usia Lampung Utara, namun sampai sekarang Lampura masih seperti ini saja, belum ada kemajuan yang signifikan.
Oleh karena itu, dibawah kepemimpinan dirinya selaku bupati, Agung berjanji akan membawa Lampura untuk perubahan yang lebih baik. ”Sesuai dengan janji saya waktu berkampanye, saya akan membawa Lampura untuk perubahan yang lebih baik,”ujarnya.
Menurutnya sebagai bupati, dirinya sudah berjanji dengan masyarakat untuk mewakafkan dirinya kepada masyarakat. “Karena semua yang saya lakukan semata-mata hanya untuk kesejahteraan masyarakat dan saya sanggup berkorban dengan segala resiko,” katanya.
Dia meminta kepada masyarakat Lampura untuk jangan mudah-mudah terprovokasi sehingga bisa mengadu domba satu sama lainnya. ”Pesta sudah usai,mari kita bersatu dengan satu kekuatan untuk bersama-sama membangun Lampura,” imbuhnya.
Sementara, Ustazd Solmed dalam tausiahnya mengatakan pemimpin yang baik dan sudah berbuat dengan segala kebajikannya belum tentu disukai oleh orang. ”Nabi muhammad merupakan pemimpin umat yang sangat baik. Tapi selalu mendapat hujatan dari musuh-musuhnya,” ujar ustadz berwajah tampan ini pula.

Utama Zainudin Majukan SDN 1 Bina Karya

Dalam wawancara dengan kru Handal Lampung di sela kesibukannya, Zainudian mengatakan dirinya memiliki beragam cara untuk memajukan pendidikan yang mengacu pada pada standar nasioanal.
Dijelaskan,  standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses kompetensi kelulusan, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, pengelolaan yang baik, pembiyaan dan penilaian pendidikan.
“Ada dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu standar isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum, pengembangan kurikulum disusun tujuanya agar dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik di antaranya, belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, belajar  untuk memahami  dan menghayati, belajar untuk mampu melaksanakan , berbuat  secara efektf, belajar untuk hidup, belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui  proses belajar aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntunan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, kondisi sekolah.
“Dengan demikian sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal- hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar dam menilai belajar, itupun harus sesuai dengan visi, misi dan tujuan umum pendidikan atau sekolah,  guru diberi kebebasan dan keleluasaan dalam menyusun program pembelajaran, misalnya dalam mendeskripsikan indicator hasil belajar, menetapkan tujuan pembelajaran, menetapkan kegiatan pembelajran sesuai dengan kondisi  lingkungan sekolah serta untuk memotivasi siswa dalam mengolah juga menggali sendiri potensinya, karena guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas merupakan bagian dari implementasi kurikulum sekolah dasar dan itu telah di laksanakan oleh guru yang ada di sekolah yang saya pimpin sekarang ini,” ungkapnya.
Dia mengakui, sebagai guru dia diberikan tanggung jawab lebih sebagai kepala sekolah   harus memiliki, pengetahuan, keterampilan, sikap, performance, etika dalam bekerja.
“Bukan itu saja sebagai pemimpin harus punya kompetensi yang terbagi dalam tiga kompetensi antara lain, profesional, wawasan, personal, social, wawasan kependidikan dan managemen, bila semua yang disebutkan saya tidak ada satupun tidak ada yang di milki kepala sekolah lainya maka program dan tujuan mencerdaskan anak bangsa tidak akan terwujud, dengan tertanamnya prinsip jiwa pemimpin dan semangat  pendidik, maka anak didik kita dapat bersaing dengan daerah lain, bahkan tidak menutup kemungkinan dengan negara lain, karena sekolah dasar adalah wadah awal dalam pembelajaran baik itu formal maupun non formal, saya berkeyakinan anak didik kami yang kelas enam akan lulus semua dan masuk di SMP Negeri,”  pungkasnya.

HUT Ke 68 Agung Buka Lampung Utara Fair

Kotabumi (HL) Bupati Lampung Utara (Lampura) H. Agung Ilmu Mangkunegara secara resmi membuka event tahunan Lampung Utara Fair dalam rangka HUT ke-68  kabupaten setempat di halaman parkir Stadion Sukung Kotabumi, Senin (9/6) malam lalu.
Lampung Utara Fair 2014 yang diselenggarakan mulai 9 – 5 Juni 2014, dimeriahkan berbagai event kegiatan. Seperti perlombaan cabang olah raga, hiburan rakyat dan kegiatan budaya serta pameran pembangunan yang diikuti oleh dinas, instansi, badan, BUMD swasta, sekolah tinggi dan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Agung menyampaikan jika digelarnya kegiatan Lampura Fair sebagai wahana hiburan bagi warga, juga sebagai ajang promosi pembangunan daerah dan perusahaan baik BUMN maupun swasta untuk memperkenalkan potensi maupun produknya.
Tidak kalah menarik, sejumlah produk-produk usaha mikro kecil dan menengah asal Kabupaten Lampura juga dipamerkan. Melalui event ini, produk-produk tersebut diharapkan dapat dikenal luas oleh masyarakat sekaligus terjadi transaksi.
“Kegiatan Lampura Fair ini bertujuan agar masyarakat mengetahui program pembangunan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Lampung Utara dalam rangka menuju Lampung Utara yang maju dan bersaing,” kata Agung.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, rangkaian kegiatan khususnya pameran pembangunan yang di gelar diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kemajuan masyarakat di kabupaten setempat. Sebab, pameran pembangunan itu menjadi tolak ukur kinerja instansi dalam mewujudkan visi dan misinya. Sekaligus, media sosialisasi capaian hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.
“Selain tolak ukur kinerja instansi dan media sosialisasi di pemerintahan, pemeran pembangunan di Lampura Fair sekaligus wahana hiburan bagi masyarakat daerah setempat selama pameran berlangsung” ujarnya.

Dispenda Lamsel Launching PBB P2

Kalianda (HL) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar launching Pendaerahan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2), di aula Krakatau pemkab setempat, Senin pekan lalu.  
Kepala Dispenda Lamsel, Samsurijal Ari, mengatakan jika PBB P2 merupakan peralihan dalam pengelolaan pembayaran PBB. Jika sebelumnya mekanisme pembayaran dikelola Kanwil Pajak, sekarang oleh Pemkab Lamsel sendiri,” katanya. 
Menurut Samsurijal, pihaknya sudah melakukan koordinasi dalam pengelolaan pajak tersebut, diantaranya penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan PBB, MoU dengan Kantor Wilayah Pajak wilayah Bengkulu – Lampung, penyusunan peraturan bupati tentang yang terkait dengan pajak.
Dia menjelaskan bahwa dalam penyetoran pembayaran oleh wajib pajak, Dispenda Lamsel menggandeng Bank Lampung. “Pembayaran pajak dapat dilakukan di Bank Lampung untuk kemudian dananya disetorkan ke kas daerah. Kita juga bentuk pembayaran secara online, jadi wajib pajak bisa membayar langsung via online,” ujarnya.
Ia juga mengaku bila pihaknya saat ini telah membuat Surat Pemberitahuan Pajak Piutang (SP3) yang akan dibagikan ke setiap wajib pajak melalui kecamatan untuk diteruskan ke kelurahan atau desa.
“SP3 sudah kita distribusikan kepada pihak kecamatan untuk dilanjutkan ke kelurahan atau desa yang kemudian akan diteruskan kepada wajib pajak,” tuturnya.
Dikatakan bahwa dalam launching PBB P2 dihadiri seluruh camat di Lamsel agar dapat segera bekerja dan menghimbau kepada masyarakat agar taat membayar pajak.

KUPTD Sendang Agung Pungli Atasnamakan Bupati dan Kadisdik

 Lamteng (HL) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Sujani, berani melakukan pungli dengan mengatasnamakan bupati dan kepala dinas pendidikan setempat. Selama mnjalankan aksinya, Sujani sudah meraup untung hingga puluhan juta rupiah.
Hingga berita ini dilansir, Kepala UPT Dinas Pendidikan Sendang Agung, Sujani, tidak diketahui kemana rimbanya. Ia seperti hilang ditelan bumi. Dinas Pendidikan Lampung Tengah harus segera mengambil sikap dalam permasalahan ini, apalagi dalam kasus ini Sujani berani menjual nama bupati.
Dalam menjalankan aksinya, Sujani melakukan pungli kepada guru honor yang lulus test K2, “kami semua diminta dana Rp600 ribu oleh Pak Sujani,” beber 48 orang guru honor yang menjadi korban Sujani, kepada Handal Lampung.
Mereka juga mengatakan jika Sujani melakukan pungli itu karena atas perintah Kepala Dinas Pendidikan lampung Tengah dan Bupati, “Sujani bilang uang itu untuk diberikan kepada bupati dan kadisdik. Ya karena takut kami menurut saja,” terang mereka.
Bukan hanya itu, selama menjabat sebagai KUPTD, Sujani tercatat sudah beberapa kali tersandung masalah, seperti dana Sisa Hasil Usaha Koperasi Pegawai Negeri (SHU KPN) Sangun Kiwah yang tidak dibagikan olehnya.
Kemudian jatah Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) yang selama setengah tahun juga tidak dibagikan.
Edisi mendatang kasus ini akan dibeberkan lebih mendalam, lengkap dengan tanggapan Bupati Lampung Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan setempat.